Aplikasi (Software) Kebijakan Kemiskinan Indonesia

19 Dec 2012

17-10-05_1740

Anom Surya Putra*

Masalah kebijakan kemiskinan semakin hari semakin dipermudah dengan model aplikasi (software) analisis kebijakan. TNP2K cq Setwapres telah menginisasi suatu aplikasi (software) berbasis excel yang ringan dan mudah digunakan oleh siapa saja.

Isi aplikasi adalah bentuk operasionalisasi terhadap indikator-indikator kemiskinan berbasis hak, semisal hak pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan seterusnya. Pihak pusat (TNP2K) memberikan contoh kolom-kolom pengisian indikator dengan data statistik BPS sampai dengan APBD. Disisi lain, TNP2K menyediakan kolom indikator yang bebas diisi oleh daerah c.q. TKPKD provinsi dan kabupaten/kota.

Manfaat aplikasi ini lebih penting dalam melihat relevansi, efektivitas dan prioritas bidang. Sisi menariknya adalah prioritas wilayah yang bisa dijadikan acuan untuk formulasi kebijakan.

Misalnya, provinsi hendak mengintervensi wilayah kabupaten/kota untuk menurunkan tingkat kemiskinan, menaikkan hak-hak pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Khusus untuk kab/kota maka diperlukan data hingga ke tingkat kecamatan. Hal ini hanya bisa diisi oleh daerah secara otonom karena pemda maupun yang peduli dengan kebijakan percepatan penanggulangan kemiskinan akan mengetahui prakiraan kecamatan mana yang perlu diintervensi.

Satu lagi keuntungan sekaligus membuka kejujuran bagi setiap aktor kebijakan adalah bagaimana mengisi alokasi anggaran yang pro-poor. Kolom didalam aplikasi analisis kebijakan anti-kemiskinan mesti diisi dengan “menanggalkan” biaya operasional pegawai yang “seolah-olah” membesarkan alokasi anggaran “pro-poor” tapi sebenarnya hanya masuk di kategori manajerial semata.

Selamat mengutak-atik analisis kebijakan.

Download file: software analisis kebijakan kemiskinan
http://www.4shared.com/file/zOQ5jM6Y/Aplikasi-R-20120802-2010_kemis.html
Download file: panduan software analisis kebijakan kemiskinan
http://www.4shared.com/office/yQ4Cdutr/Aplikasi-Analisis-Kebijakan-Pe.html


TAGS software kemiskinan


-

Author

Follow Me